Today's Words

“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim)

Kamis, 01 Oktober 2009

Hijrah

so many stories...

Aku tak kuasa menolak tawaran ortu untuk mengantarku ke Balikpapan setelah aku menolak tawaran mamaku untuk mengantarku sampai ke Pangkalpinang. Waktu itu aku mempertimbangkan diriku yg belum gitu mengenal tempat baruku.. jadi kasian kan kalau mama ikutan juga tapi aku masih blum bisa ngajak jalan-jalan... Hehe..
Senin, 28 September 2009 dan jam menunjukkan 8 kurang 10 menit kala aku dan kedua ortuku berangkat ke Balikpapan. Tidak ada yang aneh sepanjang perjalanan. Seperti biasa, aku terlelap hampir di sepanjang perjalanan (dasarrr). Banget-banget ngantuk.. abis, malamnya begadang ngobrol sama si Dini sih. Hehe...
Jam 10.30 kami sampai di Sepinggan, Balikpapan. Mo tau berapa banyak barang yang aku bawa? Tiga koli (sama dengan tiga koper) dan gede-gede! Hehe.. Sebelumnya aku sudah meramalkan klo bakal over bagasi. Untuk itu, sebelum berangkat aku sudah menanyakan ke Mandala harga perkilo-nya. Dan ternyata bener banget, aku over bagasi 19kg.
Sekilonya 20.000. Hitung sendiri berapa aku harus membayar untuk kelebihan bagasiku. Hahaaayyyy...
Setelah check in, aku memasuki ruang tunggu. Subhanallah.... ruang tunggunya rame banget.. Heran, kok ada aja orang yang terbang bareng-bareng aku (maksudnya??). Maksudnya, kok ya banyak juga yang berfikir sama untuk terbang di hari kerja (Senin). Apakah pemikiran kita sama: Menghindari bepergian di hari libur untuk menghindari kepadatan?? Hehe.. ALhasil, aku agak kesusahan mencari tempat duduk. Tapi alhamdulillah nemu satu kursi kosong dekat pintu keluar. Lumayan... meski nyempil-nyempil diantara orang yang duduk di kiri dan kananku. ^_^

AKhirnya, terdengar petugas informasi menginfokan penumpang pesawatku untuk segera boarding memasuki pesawat. Tak disangka-sangka, di pesawat tidak sengaja aku bersebelahan duduk dengan mbak Ocha, teman BPK yang dulu juga bareng magangnya di BPK Samarinda. Sekarang mbak Ocha penempatan di AKN yang mengurusi lingkungan. Oya, gimana kondisi pesawat? Tadi aku belum cerita ya? AKu terbang menggunakan Maskapai Mandala. Pesawatnya bagus... Kursinya bahan kulit (sintetis kali ya..) Tapi sayang banget, gak dikasi makan. Bahkan minum pun gak ada.. Yang ada, mereka malah berjualan makanan dan minuman didalam pesawat.Hoho... Jadi, diatas pesawat, dua orang pramugari akan menyusuri lorong pesawat sambil mendorong troli (yang biasanya digunakan untuk menyajikan makanan minuman) dan menawarkan barang dagangannya ke para penumpang. Harganya?? Yah... cukup kompetitif lha.. Secara, gak ada saingan.. Hehe... Lha, emang ada lagi yang jualan di udara selain mereka??? Harga satu cup mie instan aku baca di brosur yang diletakkan di kantong kursi didepanku, Rp18.000. Ya lumayan kan, daripada kelaperan.. Hihi.. Untungnya aku nggak gitu laper dan tadi sudah mengeluarkan botol minuman dari tas karena kehausan. Jadilah, sepanjang penerbangan minum itu aja.
ALhamdulillah penerbangan pertama lancar dan aku tiba di Cengkareng tepat waktu. First impression mendarat di Cengkareng?? "Subhanallah..keren bangetttt". Iya temans, keren banget dah terminalnya. Mandala kan menempati terminal 3 yang memang baru jadi. Desainnya keren dan futuristik alias modern. Memakai kombinasi putih dan abu-abu untuk eksterior berupa pipa-pipa di langit-langit gedung. Aku berdecak kagum.. Interornya? sama kerennya.. Ruang pengambilan bagasi luas banget. Gak banyak tiang-tiang penyangga dan penyinaran ruangan sangat amat cukup karena banyak dinding kacanya. Cukup menghemat energi kan??
Well, ini adalah penerbangan transit pertamaku. Yah, meski gitu aku gak bodo-bodo amat lah.. So, sehabis turun pesawat, aku langsung ke meja lapor untuk penerbangan transit. Boarding pesawatku diperiksa dan aku diminta memasuki ruang tunggu di lantai atas. Aku pun berjalan beberapa puluh meter menuju eskalator ke lantai dua. Di depat eskalator tampak beberapa frenchise makanan internasional yang buka kios. Hmm.. karena dah bawa roti boy dari Balikpapan tadi, jadi aku gak perlu beli makanan lagi (wait, waktu itu aku bener-bener kelaparan setelah 2 jam penerbangan.. jam makan siangku telat!hehe).
Okey, kita masuk ke lantai dua terminal 3. Masih dengan decak kagum, mataku menyapu seluruh ruangan yang sangaaattt lega dan luas itu. Setelah melalui pengecekkan boarding pas, aku melalui alat pendeteksi logam (bahasa kerennya apa sih??). Sempet aneh juga, setelah melewati itu pintu, aku disuruh ulangi lagi melewatinya. Tapi dengan tanpa alas kaki. Alas kakinya dimasukkan ke mesin scan yang biasanya buat bagasi. Jadi, aku melewati pintu itu tanpa alas kaki. Wkwkw.. Super duper aneh kan??
Hmmm... saatnya mencari tempat duduk. Gak perlu kuatir, tempat duduknya banyak kok.. Masih dengan desain yang futuristik, di ruang tunggu ini juga disediakan mesin minum otomatis. Itu lo, yang sering diliat di film-film barat. Jadi masukkan aja koin (aku blum nyoba, jd jangan tanya detail) trus pilih minuman yang kalian mau. Sengaja aku memilih kursi dekat jendela dan sedikit memojok dari keramaian, karena aku harus [baca: ingin] berkomunikasi melalui jaringan internet dan telepon dengan dunia diluar sana.Hehe.. My little toshi keluar dari tempat persembunyiannya dan siap melayani majikannya berselancar di dunia maya. Wkwkwk.. Bling-bling.. Ku update status FB dan membalas sapaan teman di YM. Rata-rata membahas perjalanan ke Babel ini. Ya Allah... makasih banget dah dikasi teman-teman yang baik-baik ini. Alhamdulillah... Moga aku bisa lebih baik lagi ke mereka ^_^
Seusai berselancar dan menelpon mbak Iin, sahabatku di Pwk Babel, aku berniat untuk sholat dhuhur di mushola terdekat. Sekalian di jama' sama Ashar. Tapi rencana tinggal rencana, ternyata selesai wudhu ada panggilan boarding. Walah.. Okey lah, sholatnya di Pangkalpinang aja. Dari pintu keluar terminal ke pesawat ternyata tidak disediakan bis. Alhasil mesti jalan kaki ditengah teriknya cuaca Jakarta siang itu. Fiuuhh..
Lima puluh menit perjalanan di pesawat akhirnya kulewati. Gak ada yang aneh. Penumpang pesawat normal-normal saja. Masih sama, tidak ada makanan gratis. Yang ada hanya para pramugari yang berjualan. Sampainya mendarat di tanah Pulau Bangka, hape hendak aku aktifkan untuk mengambil foto palang bandara yang bertuliskan nama bandara. Tapi dasar hp jadul, ONnya lama banget.. Ga mungkin kan ak berdiri d tengah lapangan parkir pesawat sambil nunggu hp-ku ON?? Alhasil, aku baru bisa mengabadikan pendaratanku ini di dalam ruangan pengambilan bagasi. Itu juga bukan foto diri sendiri, tapi foto ruangan sekitarku.. Hayyah.. Ni,liat objek apa yang aku foto..

Setelah mengambil bagasi, aku menghubungi driver kantor yang katanya bisa menjemputku. Gaya eui, dijemput sama driver kantor.Hehe.. Pake mobil yang diparkir di parkiran VVIP pula.. Oya, nama beliau Pak Leha. Didalam mobil kami sempat berbincang-bincang tentang kondisi kota dan kantor. Yang agak lumayan mengejutkanku adalah... Di kota ini kalau malam gak ada angkot. Angkot palingan sampe jam 6-7 malam. Haduuhhh... @_@
Anyway, perjalanan bandara - kantor tidak memakan waktu lama.. alhamdulillah akhirnya aku sampai juga dikantor dan langsung bertemu Kepala Sub Bagian SDM yang ramah. Aku langsung ditemukan dengan Pak Kepala Perwakilan (yang awalnya aku kira Kasetlan) dan ditempatkan sementara di Subbag SDM.
Suasana kantor sangat teduh dengan beberapa pohon kelapa berjejer rapi. Ditambah, depan kantorku ada lahan yang digunakan PT Timah untuk memajang rusa-rusa peliharaannya.
Well, untuk sekarang segini dulu ceritaku tentang keberangkatan ke Bumi Laskar Pelangi. Next, akan lebih banyak cerita tentang kondisi kantor, kosan, dan mungkin petualangan-petualanganku di kota ini.
Aahh.. guys... kehidupan baru ini membutuhkan semangat baru juga.. Kalau bukan kita sendiri yang menciptakan semangat itu, lalu siapa lagi??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.