Today's Words

“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim)

Senin, 30 Mei 2011

Salman ITB

Aku duduk disamping lemari yg diisi 2 buah PC smbil menunggu mbak Indah yg masih antri wawancara. Mataku sedari tadi mnyapu sekelilingku. Tempat ini..tempat yg slalu aku rindukan.

Masjid Salman ITB. Dulu saat kuliah, kalau lagi seliweran di daerah Dago, slalu menyempatkan mampir ke Salman. Entah itu untuk sholat maupun numpang makan. Haha..iya, makan! Kantin Salman sangat pas untuk mahasiswa. Harganya murah, masakannya enak, selera rumahan, dan menunya beraneka mcm. Tadi aja aku beli jus jambu biji cuma Rp2500 pergelas. Subhanallah..murah bgt! Bandingin aja sama di Pangkal. Paling murah, aku menemukan yang jual seharga 7rb.

Selain kantinnya, dsini juga ada koperasi. Barang yang djual beraneka ragam dan cukup murah juga. Ada pakaian muslim, ATK, buku-buku agama, juga swalayan kecil dgn barang-barang kebutuhan mahasiswa. Kakiku juga tak pernah lepas dari tmpt ini kalau ke Salman. Terkadang membawa pulang celiman dan souvenir bertuliskan ITB :D

Oya, kembali lagi tentang masjid Salman. Tau gak apa yang paling aku rindukan dari Salman? Atmosfer lingkungnnya yang sangat "hijau" dan menentramkan. Di Salman kita bisa ngeliat banyak aktifitas. Selain untuk sholat, bisa kita temukan orang-orang berpakaian muslim yang sedang tilawah atau syuro di selasar Masjid. Banyak pula orang berlalu lalang, saling menyapa dan menunjukkan keramahan dan kedamaian Islam.

Di halaman Masjid, yang notebene rumput dan ada juga yang con-blok, biasanya juga bisa kita dapatkan beberapa kelompok kecil mahasiswa yang sedang berdiskusi. Sang pmbicara berada di depan dengan membawa spidol dan papan white board. Smntara yang lain, asyik menyimak dan terkadang ada obrolan-obrolan seru diantara mereka. Kalau anda beruntung, anda bisa mnemukn anak-anak kecil usia skitar 4 tahunan yang berlari lincah kesana kemari, bercanda dengan ustadzahnya, ataupun asyik brmain. Haha..aku suka sekali melihat aktifitas TPA di Salman. Ingin suatu saat bisa magang jadi guru mereka. Sepertinya menyenangkan ^^

Salman dulu tidak jauh berbeda dengan kini setelah 4 tahun aku tinggalkan. Suasana yg menentramkan hati masih bisa dirasakan. Sejuukk rasanya. Yang beda, pertama, kali ini aku melihat beberapa keran air minum gratis. Trus, ada juga kopi dan teh gratis sumbangan para jama’ah yg ditaruh di wadah coffee maker di teras Masjid. Self servis aja gitu.. :) Kedua, ada banyk orang berseragam yang sepertinya pengurus masjid. Ada diantara mereka, ibu-ibu, yang slalu mengatur shaf akhwat sebelum sholat berjama'ah. Beliau mengatur supaya shaf rapi dan rapat.

Salman ITB, mungkin akan slalu aku rindukan. Tempat dimana kita bisa menemukan orang-orang pintar dan cerdas a la ITB yang masih menyimpan keistiqomahan pada sisi rohani mereka, seraya menyeimbangkan sisi dunia yaitu ilmu, dan sisi akhirat yaitu iman. Salman ITB, menyejukkan hati, mendamaikan jiwa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.