Cucian seember sudah dicuci dan sudah aku jemur. Maka pada jam 9.00 aku pun pergi ke Riaung Bandung dengan mengendarai motorku. Rencana pagi itu adalah beli oleh-oleh, beli bensin, trus langsung meluncur ke Riung. Belum sampai Pasar Simpang, aku baru sadar kalau STNKku ada di mbak Indah. Kemarin pas mo keluar parkir dari Riau Junction, aku menitipkan STNKku ke beliau biar gampang nunjukin ke petugas parkir. Aku gak mau ambil resiko pergi jauh tanpa STNK. Akhirnya setelah mampir ke Amanda aku balik ke kosan ngambil STNK.
Sip, STNK sudah ditangan, dan sekarang saatnya....pergi ke Riung. Yeayyyyy.. semangat banget aku perjalanan kali ini. Untuk pertama kalinya pergi jauh tanpa tau arah *haha di kota orang. Emm.. sebenernya gak buta-buta amat sih sama Bandung, secara dulu pernah 4 tahun di Bandung Selatan, tapi klo ke Riung seingatku baru satu kali. Itu juga dijemput om-ku..hehe..... Trus hari Jum'at sebelumnya aku juga sudah beli peta Bandung di Gramedia biar gak nyasar ke Riung. Yah,ni peta sebagai pemanduku untuk berkelana dengan motorku keliling Bandung minimal satu setengah tahun kedepan. Haha...
Lanjut, aku pun mengisi tangki bensinku penuh dengan Pertamax di pom bensin Dipati Ukur. Setelah penuh, aku keluat pom bensin dan menyapukan pandanganku ke sekitar untuk mencari angkot warna putih bertuliskan "Dago-Riung Bandung". Yup, jadi biar gak nyasar ke Riung, perjalanan kali ini aku lakukan dengan mengikuti alias menguntit angkot ke Riung Bandung. Kata tanteku, angkot itu ntar berhenti di mini market di kompleks Riung Bandung (RB). Aku masih belum berani untuk nekat mengikuti peta, mencari short-cut jalan-jalan ke RB.
Bagaimana tips menguntit angkot? Hehe.. Aku ikutin tuh angkot dari belakang. Selama belum ada angkot lain di depannya, dilarang mendahului angkot yang kita kuntit. Klo dia stop ambil penumpang, maka dahului saja sambil terus jaga jarak sama angkot tadi biar gak kehilangan jejak. Sambil juga, berdo'a kepada Allah agar ada angkot sejenis di depan kita, yang siap menggantikan peran angkot sebelumnya. Gitu aja terus sesampainya kita di tempat tujuan.
Perjalanan ke RB sangat jauh. Jam 9.30 pergi, nyampek di rumah tante jam 11.00. Cuaca siang itu juga sangat panas dan berdebu. Aku salah karena dari kosan gak pake masker, cuma sarung tangan penahan panas aja. Sepanjang perjalanan aku melihat jalan-jalan yang aku lalui. Aku ingat-ingat dalam hati, beberapa jalan/daerah penting sebagai penanda. Jadi, dari kosan sebenernya angkot itu lewat R.E. Martadinata trus ke arah Kiara Condong, Soekarno Hatta, dan akhirnya ke RB.
Saat di Kiara Condong, aku melakukan kesalahan dengan tidak menaiki fly over. Aku memilih melewati jalan di bawah karena penasaran ada apa di bawah. Ternyata, aku melewati pasar kiara condong. Masya Allah...aku lupa kalau di bawah situ ada pasar yang super macet. Padahal pas jaman kuliah dulu aku beberapa kali melewati daerah itu. Ya dah gak papa, aku pun bersabar melalui kemacetan di bawah.
Sementara, jalan yang paling bisa di buat ngebut *hehe adalah jalan Soekarno Hatta. Bisa kenceng sampe 60km/jam lebih. Hhehe... terpuaskan hobiku melajukan kencang motor di Bandung. Di jalan ini aku juga menemukan Carrefour yang super gede yang selama ini aku dan mbak Indah cari untuk berburu Container. Yah, karena lemari pakaian di kosan kami kecil, dan barang-barang kami banyak,kami memutuskan untuk mencari dan membeli container susun plastik. Tapi kami belum menemukan di BIP dan Rian Junction. Maka dari itu, kami pengen cari Carrefour. Kata mbak Indah, di Carrefour biasanya ada yang murah dan bagus. Oya, selain Carrefour aku juga menemukan Lottemart, MTC dan Depo Bangunan.
Angkot yang aku kuntit tidak berapa lama mengambil jalur kanan setelah sebelumnya ambil jalur kiri yaitu njalur lambat. Ternyata angkot bersiap untuk memutar balik dan memasuki kompleks RB. Fiuh, menemukan rumah tante di RB juga tidak mudah. Beberapa orang bahkan membuat ku tersasar dan harus muter-muter gak jelas. Tapi alhamdulillah akhirnya nyampek juga di rumah tante yang sedang direnovasi itu.
Dua jam cawa-cawa dan sekalian numpang sholat Dhuhur, jam 13.00 aku cabut dari rumah tante dan pulang ke Dago. Tante udah kasih tau ke aku rute tercepat ke Dago. Aku pun sempat membuka petaku di rumah beliau. Rute pulang tercepat adalah: RB - Soekarno Hatta - Buah Batu - Karapitan - Sunda - Sumbawa - Sumatra - Martadinata - Ir H Juanda - kosan. Lumayan, aku nyampek di kosan jam 13.40. Hanya 40 menit perjalanan..(hanyaaa????). Oya, dari Martanidata ke kosan aku sempat cari jalan kecil setelah melihat kemacetan di perempatan Martadinata - Ir H Juanda. Feeling aja, trus melihat banyak motor-motor yang melewati jalan kecil, aku akhirnya ikut kejalan-jalan kecil itu. Alhamdulillah berhasil menembus jalan Surapati dari Martadinata. Dari sini kemacetan sudah sangat berkurang sehingga bisa dengan lancar ke kosan..
Sampe kosan aku langsung ndeprok di lantai, ngos-ngosan setelah melewati perjalanan yang panjang, dengna cuaca panas dan berdebu tadi. Tapi terus terang sangat menyenangkan karena ekspedisi RB kali ini aku nyatakan SUKSES ^_^
Tips untuk perjalanan jauh:
- Pastikan tangki bensin anda terisi penuh. Gak ada yang tau jauhnya perjalanan. Kemarin aja saya menghabiskan setengah tangki bensin selama perjalanan
- Bawa peta biar gak tau arah
- Lengkapi diri anda dengan sarung tangan, masker, dan jaket yang agak tebal untuk menahan angin.
- Jangan cuma nguntit angkot aja! Tapi perhatikan juga sekeliling, amati daerah dan jalan yang Anda lewati untuk menambah wawasan Anda tentang daerah baru.
- Jangan kapok kalau nyasar! Itung-itung buat nambah wawasan tempat baru -juga-. Hehe..
- Jangan takut untuk mencari short-cut menuju tempat tujuan Anda. Insting serta kemampuan mengingat Anda akan sangat terlatih dengan cara ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.