Episode 1
Pagi tadi saya melihat seorang ibu berjilbab, anak perempuan berusia sekitar 17 tahun, anak perempuan berusia sekitar 13 tahun, dan mungkin satunya lagi anak terkecil seorang laki-laki berusia 11 tahun. Mereka berjalan jauh didepan saya menuju ke arah saya. Tiga anak tadi memegang kripik kentang yang disusun sedemikian rupa, berbentuk spriral, sehingga seperti sate yang panjangnya kira-kira 50cm.
Tiga anak itu asyik sekali menikmati makanannya sambil berjalan. Saya miris, apakah mereka tidak tahu kalau Rasulullah tidak pernah mengajarkan makan sambil berjalan? Lalu saya menebak-nebak, setelah makan mereka akan membuang sembarangan lidi yang tidak terpakai. Dan, benar tebakan saya! Anak berusia 17 tahun tadi membuang lidi itu di selokan.
Haduh.. saya sangat risih dengan pemandangan itu.. Apakah ibu mereka tidak mengajarkan tentang makan sambil duduk, dan tidak boleh buang sampah di sembarang tempat? Apakah mereka juga tidak tahu, bahwa agama yang mereka anut tidak mengajarkan hal-hal yang mereka lakukan?
Pemahaman terhadap agama adalah kuncinya!
Episode 2
Saya mengenalnya, seorang laki-laki yang kini sudah menikah dan memiliki beberapa anak perempuan. Orang itu punya hobi photography. Itu terlihat dari bagaimana seringnya ia meng-upload foto-foto yang ia buat. Namun sayang-disayang, foto-foto yang di-upload itu sangat mengekspos aurat seorang perempuan yang seharusnya hanya menjadi konsumsi pribadi sang model.
Dan yang menyedihkan lagi, sang model itu adalah istri sang fotografer sendiri!
Bisa Anda bayangkan, seorang suami yang dengan bangga mengekspos fisik istrinya, mempertontonkan aurat istrinya, kepada orang lain yang bukan muhrimnya. Sesuatu yang seharusnya menjadi konsumsi eksklusif sang suami, rela ia bagi-bagikan gratis ke orang lain. Sang istri juga happy-happy aja tuh dengan perlakuan yang ia terima. Naudzubillahi min dzalik.. Sungguh ironis dan menyedihkan!
Apakah mereka tidak paham akan keharusan menutup aurat bagi seorang muslimah? Apakah mereka tidak tahu dahsyatnya azab Allah? Astaghfirullah... saya sampai merinding menuliskan kalimat tadi..
Bener-bener deh saya gak habis mikir kok bisa mereka melakukan itu.. Semoga Allah melembutkan hati mereka, dan segera membimbing mereka ke jalanNya.
Sekali lagi, pemahaman terhadap agama adalah kuncinya!
Sering kali kita melihat hal-hal yang tidak sesuai dengan hati nurani kita, tidak sesuai dengan tuntunan yang telah kita pahami dengan baik.. Dan tidak sedikit dari kita hanya bisa beristighfar dalam hati tanpa melakukan perbuatan yang real. Ingat teman-teman, selemah-lemahnya iman adalah dengan berdo'a. Dan yang paling dianjurkan adalah merubah keburukan itu dengan tanganmu!
Saatnya kita harus berubah! Saatnya kita melakukan perubahan dengan tangan kita. Ayo beramal nyata dengan apa yang kita milliki: dengan tulisan, dengan lisan, dengan harta... Dengan apa pun yang kau miliki kawan :) Namun jangan lupa, sampaikan semua itu dengan hikmah.. dengan kelembutan hati yang engkau miliki. Okay?? Semangat ya!
Semoga tulisan ini bisa menginspirasi diri saya pribadi dan para pembaca untu merubah lingkungan dan orang-orang disekitar kita. Karena sungguh, saya pun masih harus melakukan banyak hal untuk bisa bermanfaat lagi bagi orang lain..
vinaaa...
BalasHapusapa mbaakkk??? hehe...
BalasHapusironis ya vin...anak2 emang hrs sering diingatkan oleh ortunya. dan untuk aurat yg lebih ironis banyak yg memajang foto tanpa jilbab (bg yg telah berjilbab) di fb huh,,sedih aku.
BalasHapusvin ada pr nih kerjakan ya ..http://puteriamirillis.blogspot.com/2011/12/pr-sebelas.html#more
iya mbak, memang sangath ironis :(
BalasHapushaha.. pagi2 udah dikasi tambahan PR aja nih. baiklah, aku menuju ke TKP mbak ^^