Today's Words

“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim)

Selasa, 27 Maret 2012

Me VS Parking

Di Bandung ini, dimana ada kendaraan parkir, disitu akan kau temukan tukang parkir. Bahkan di warung tegal dekat kosanku, kau juga akan menemukan salah satu dari mereka. Padahal, teras warung itu hanya selebar 2 x 3 meter. Jika belanja makanan Rp10.000,00, tetap ada biaya tambahan untuk parkir Rp1.000,00. Nyesek menurut saya..hehe :p

Dilain kota, di Samarinda ada tuh ATM yang dijaga sama tukang parkir. Hadehhh...bener-bener dah.. :( padahal biasanya ambil uang gak sampe 10 menit dan motor gak jauh dari mesin ATM, tapi tetep aja ditongkrongin tukang parkir.

Beberapa kali saya mencoba untuk mencari tempat parkir gratis. Tapi sering gagal karena jaringan tukang parkir yang sangat luas. Hehe.. Pernah saya memarkir motor di sebelah warung tenda dan saya membeli makan di warung tersebut. Pas saya parkir, batang hidung si tukang parkir gak keliatan. "Wah, sukses parkir gratis nih", pikir saya. Ealahh ternyata pas selesei beli makan, muncullah tukang parkir yang kemudian sekenanya mengarahkan saya untuk memundurkan motor dan melaju ke arah jalan. Ya sudah, seribu berpindah tangan..

Oya, untuk warung makan yang tanpa parkiran saya dah menemukan. Tempatnya gak gitu jauh dari kosan saya. Meski menunya gak sekomplit warteg ber-parkir, tapi sering menjadi pilihan saya karena tanpa ongkos parkir dan sepertinya harga makanannya lebih murah. Hehe.. *hemat ato pelit??*


Pernah saya berhasil ngakalin tukang parkir lho! Hehe.. Jadi ceritanya waktu itu lagi beli makan di tempat makan padang. Pas parkir motor, aku ngeliat ada tukang parkir yang nongkrong di motor yang sedang diparkir di belakangku. Tukang parkirnya agak-agak cuek gitu sih.. Trus setelah aku selesei beli makan, aku mencoba untuk membawa motor dari tempat parkir ke jalan raya tanpa menyalakan mesinnya. Sengaja, biar tukang parkir yang duduk membelakangi saya tidak tahu kepergian saya dari tanah penguasaannya. Haha.. Dan alhamdulillah sodara-sodara, saya berhasil! *tawa penuh kemenangan dalam hati* Saya pun meluncur sambil terus menaikkan jarum speedometer vario saya. Yihaaaa ;)

Well, is Rp1000,00 or more really matter? Gak sebenarnya, kalau kita memang parkir lama dan memang memerlukan adanya pengamanan dan bantuan orang untuk menjaga motor kita. Tapi kalau parkir gak sampai 15 menit dan motor masih dalam pengawasan kita?hmhmmm.. Apalagi kalau dalam sehari pindah-pindah tempat berapa kali.. Huaahhh.. Ongkos parkir membludak >.<

Pernah bertanya-tanya, di kota ini gak ada parkir berlangganan kayak di Samarinda ya? Yang cukup bayar di samsat lalu stiker tanda parkir berlangganannya ditempel di kendaraan. Sehingga, kemanapun kita pergi, kalau parkir dijalanan, gak perlu bayar parkir lagi. Tapi kayaknya memang tidak ada, soalnya belum pernah nemu stiker begituan nempel di kendaraan-kendaraan di Bandung.

2 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.