Semalam saya menyimak tausyiah twitter -kultwit- yang disampaikan oleh Ust. Salim A. Fillah. Berikut kultwit-kultwit tersebut..
"
Tentang Lelaki:
- Lelaki terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan wajahnya; melainkan yang bisa membuatnya merasa sang tercantik di dunia.
- Lelaki tergagah di hati wanita bukanlah yang paling kekar ototnya, melainkan yang mampu mendengar, memahami, & mengerti curahan hatinya.
- Lelaki terkaya bagi wanita, bukanlah yang terbanyak hartanya. Tapi dia yang pandai bersyukur & mengungkapkan terimakasih padanya.
- Lelaki tershalih bagi wanita, tak sekedar banyak ilmu agama & rajin ibadahnya; tapi juga dia yang paling mulia akhlaqnya.
- Lelaki terhebat bagi wanita, bukanlah yang mampu membelikan apapun untuknya; tapi yang wajah & bahunya siap menyambut senyum & airmata.
- Lelaki tercinta bagi wanita; dia yang prasangka tak mengalahkan kemuliaan budinya; yang kekesalan tak mengalahkan pengertian & maafnya.
Tentang Wanita:
- Wanita tercantik bagi pria terbaik; bukanlah yang paling jelita; tapi dia yang jika dipandang memberi tenang, maka surgapun terbayang.
- Wanita terkuat bagi pria semangat bukanlah yang terlihat hebat; tapi yang menundukkan diri dengan ibadat, menempatkan diri dalam taat.
- Wanita terdahsyat bagi pria sejati, bukan yang pesonanya memukau banyak mata; tapi dia nan siap menjadi madrasah cinta bagi anak-anaknya.
- Wanita terkukuh bagi pria yang ampuh, bukan yang tak pernah berair mata; tapi yang senyumnya meneguhkan & tangisnya jadi pengingat taqwa.
- Wanita paling bermakna bagi pria bahagia; dia yang kala berpisah menenangkan, kala berjumpa menggelorakan, & tiap masa saling menguatkan.
- Wanita terkaya di mata pria, bukan dia yang bertumpuk harta; tapi yang ridha pada halal semata & qana'ahnya jadi simpanan tak fana.
Dalam ke-12 twit lalu; lebih baik bagi Shalihin memperhatikan 6 yang awal; & bagi Shalihat 6 yang akhir; agar ber-OBSESI, bukan EKSPEKTASI ;) Hanya kan jadi kelu kekecewaan jika asa yang kita bangun adalah "harapan mendapatkan". Kebahagiaan dimulai dari "tekad tuk mempersembahkan".
"
Sekian, semoga bermanfaat :)
Dan saya ternyata terlalu gigih menggapainya, terlalu besar berharap, dan jatuhnya terlalu sakit, hingga mimpi buruk selalu datang, membuat hati dan jiwa semakin ringkih.... Melupa dengan makna untuk mempersembahkan....
BalasHapusApa kabar mba Vina?
Haiii... Alhamdulillah kabar saya sehat. Maaf baru terbaca komennya :) sudah lama off dari dunia per-Blog-an ini.. Semoga masih bersemangat menggapai impiannya ya..
Hapus