Today's Words

“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim)

Sabtu, 10 November 2012

Saya, Gempa, dan Bioskop

Siang tadi ada gempa. Gempa kali ini berpusat di sekitar Sukabumi dengan tingkat gempa 5.5 SR. Gempa ini merupakan gempa kedua yang saya rasakan selama saya di Bandung. Sekaligus, gempa kedua seumur hidup saya selama ini. Hehe..

Gempa pertama saya rasakan pada tanggal 1 November 2012 sekitar jam 9 malam. Waktu itu saya sedang berada di atas tempat tidur dan saya melihat sendiri bagaimana dinding dihadapan saya bergetar. Shock?? Jelas.. soalnya itu adalah gempa pertama buat saya. Gempa waktu itu berpusat di Cianjur dengan tingkat gempa 5,8 SR. Cukup besar ya..

Pengalaman merasakan gempa ini membuat saya jadi kangen sama kampung halaman di Kalimantan. Berhubung disana gak ada gunung berapi, jadi insya Allah disana bebas yang namanya gempa. Oiya, kalau gak salah di Babel juga bebas gempa. Andaikan tidak bebas gempa, entah apa yang terjadi bila pulau kecil itu digoyang gempa. Na'udzubillah...

After all, gempa ini membuat saya jadi semakin ingat dengan kematian. Sungguh, tidak bisa kita tebak kapan Allah akan mencabut nyawa kita. Bisa dalam kondisi bagaimanapun dan dimanapun kita berada. Sungguh beruntung jika saat malaikat Izrail mencabut nyawa kita saat kita sedang dalam ketaatan kepada Allah.. Tapi bagaimana jika sebaliknya? Bagaimana jika kita menjemput ajal saat sedang dalam keadaan ingkar atau lalai kepada Allah? Saat sedang di biskop menonton hal-hal yang sebenarnya kurang penting, saat di tempat karaoke dan pengen having fun, saat bergerombol menonton konser dari lagu-lagu yang tidak membuat kita ingat kepada Allah, atau mungkin saat seadang terhanyut dalam ngerumpi hal-hal yang gak jelas. Na'udzubillah tsumma na'uddzubillah...

Inilah pentingnya menjaga dan memilih-milih kegiatan yang kita jalani dalam hidup kita. Jangan sampai saat ruh terlepas dari jasad, kita tidak sedang mengingat Allah. Dan inilah pentingnya menjaga agar setiap aktivitas kita selalu diniatkan untuk beribadah kepada Allah. Kita harus berani untuk bilang tidak saat ditawari orang-orang sekitar kita, kegiatan-kegiatan yang hukumnya makruh, ataupun yang tidak ada manfaatnya.

And it happens to me..

Terserah pendapat anda.. Tapi saya sudah berniat untuk sebisa mungkin menolak ajakan teman-teman nonton film yang bukan bergenre Islami dan bukan kartun untuk anak-anak di bioskop. Jika bukan kedua genre tersebut, saya akan sangat-sangat selektif dan sangat mungkin menolaknya kalau gak ada unsur edukasinya. Film-film yang saya hindari terutama film-film luar yang kadang ada adegan-adegan yang tidak senonoh disana. Ataupun mungkin ada wanita-wanita dan laki-laki berseliweran di layar dengan pakaian kurang-kain. Wekkss..males banget nontonnya... :(

Ya.. gitu deh.. Itu bentuk penjagaan diri dari saya. Selain nonton di bioskop, karaokean juga sudah jadi big no no buat saya. Tidak mudah lho mengeksekusinya.. karena lingkungan sekitar saya sangat heterogen dan saya terkadang merasa jadi single fighter disana. Hehe.. Tapi, insya Allah bisa! Do'akan semoga saya istiqomah ya ;) Aamiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.