Jadi ceritanya, Ahad kemarin saya berkesempatan mengikuti dua kajian di tempat yang berdekatan. Kajian pertama adalah kajian Majelis Percikan Iman (MPI) yang diisi oleh ustadz Aam Amiruddin. Kajian ini bertempat di Masjidnya Telkom di daerah Geger Kalong. FYI, kajian ini rutin tiap ahad pagi jam 8 sampai kira-kira jam 11.30. So, kalau kalian ada waktu luang, daripada bengong di kosan mending kesini aja. Apalagi disini juga ada pasar dadakan yang meskipun mini tapi lumayan bermacam-macam barang yang dijual. Dari pakaian, jilbab beserta aksesorisnya, makanan, minuman, dan... es lilin aneka buah :D
Kajian kedua, adalah kajian muslimah yang diadakan di masjid Daarut Tauhid di daerah Geger Kalong juga. Kajian ini diadakan setiap Ahad jam 13.00 sampai kira-kira jam 15.00. Kemarin setelah dari MPI, saya dan sahabat makan siang dulu trus lanjut shalat duhur di masjid tersebut. Habis shalat, sembari menunggu Teh Ninih (istrinya Aa Gym) datang, kegiatan diisi dengan tilawah bareng. Alhamdulillah....dapat 5 lembar tilawahnya..
![]() |
| Hagia Sofia: The Most Recommended Place to Visit in Turkey |
Setelah bercerita tentang kunjungan ke Turki yang semakin membuat saya bersemangat untuk kesana :D , ustadz Aam masuk ke inti acara hari itu yaitu membedah buku beliau yang baru terbit. Judul bukunya adalah ....... "Mengapa Menunda Menikah?" :D Hhhmm... berhubung saya yakin disini semua yang single gak ada yang berniat untuk menunda menikah, baiknya kita skip saja tema ini. Hehe.. Insya Allah materi kajiannya Teh Ninih lebih mantap untuk kita bahas disini ;)
So, kajian muslimah Ahad kemarin membahas tentang Surah Asy Syu'ara ayat 83 s.d. 85 yang terjemahnya berbunyi:
"(Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,...""
Yup, tiga ayat itu menceritakan tentang permintaan dalam do'a Nabi Ibrahim. Empat permintaan beliau adalah: minta diberikan hikmah (ilmu yang bermanfaat), minta dimasukkan/dikumpulkan dengan orang-orang shaleh, minta agar dirinya meninggalkan kesan baik bagi orang-orang sesudahnya, dan minta agar dimasukkan ke dalam surganya Allah.
Dari empat permintaan tersebut, permintaan ketiga adalah yang paling banyak dibahas oleh Teh Ninih. Maksud dari permintaan itu adalah, agar setelah kita meninggal nanti, kita bisa meninggalkan kesan yang baik bagi orang yang mengenal kita. Well.. ini mengingatkan kami semua pada almarhum ustadz Jefri Al Buchori yang baru saja berpulang beberapa hari sebelumnya. Bisa kita lihat sendiri di televisi dan media lainnya, betapa banyak orang yang sedih setelah beliau tinggalkan... Betapa banyaknya orang yang menshalatkan beliau dan mengantar beliau ke peristirahatan terakhirnya.. Betapa banyak testimoni yang menyanjung baiknya akhlak beliau, cara beliau berdakwah, dan bagaimana beliau bisa merangkul objek dakwahnya dari berbagai kalangan. Bahkan, orang-orang non-muslim juga merasa kehilangan beliau. Masya Allah... keren banget yak :)
Ngomong-ngomong..kepergian beliau juga sempat mengusik saya..mengingatkan saya kembali tentang kematian.. Yang terlintas dalam pikiran saya adalah.. "Kapan, dimana, dan sedang apa saya saat malaikat Izrail menjemput saya untuk kembali kepadaNya?? Siapa yang akan bersedih saat saya tiada, atau, adakah yang ternyata bergembira saat saya tiada?? Apa yang akan mereka katakan tentang saya? Lebih banyak mana kebaikan dan keburukan saya yang akan mereka ceritakan?" Hufhh...
![]() |
| Banyak-Banyaklah Berbuat Kebaikan |
Demikian... (haha...maaf ya, anti klimaks hikmahnya gak bagus nih :p ) Selain mengambil pelajaran dari isi kajian kedua guru, Ahad itu saya juga belajar tentang bagaimana teknik memberikan materi kepada peserta taklim dari berbagai jenjang usia, dari yang tergolong muda sampai yang sudah cukup berumur. Dengan tema yang mungkin terdengar sederhana, mereka berdua bisa menyampaikannya dengan uraian yang cukup panjang disertai beberapa contoh kasus. Butuh banyak pengalaman dan ilmu untuk bisa seperti itu :)
Thanks for reading this article. Semoga lain waktu bisa berbagi lebih banyak hikmah lagi. Aamiin :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.