Menghadiri acara buka puasa bersama teman-teman Biro TI, dan akhirnya baru pulang setelah mengikuti shalat tarawih di kantor. Waktu itu saya pulang bareng sama teman. Sok pede, saya mempersilahkan teman saya itu pulang duluan sementara saya mo beli makan sahur.
Gak banyak penjual makanan di sekitar kos. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli pecel lele saja di sekitar jalan Pejompongan. Krik-krik...suasana tempat makan sepi banget. Hanya ada dua pembeli dan satu penjual, laki-laki semua. Sekitar situ juga penerangan jalannya agak remang meski ada beberapa hotel berjejer.
![]() |
| Oase di Tengah Kota Megapolitan (courtesy: tripadvisorindonesia.com) |
Memori saya berkelana, mengingat-ingat berita di televisi tentang banyaknya tindakan kriminal di Jakarta. Yang hipnotis, gendam, copet, hufhhh..sereemm.. :@ :# Tiba-tiba saya jadi paranoid gitu sama kota ini.
Langsung saya pasang tampang rada sangar *halah* dan baca-baca dzikir biar pikiran tetap fokus dan terjaga. Langkah kaki pada saat berjalan juga seperti biasa digerakkan dengan cepat dan tegap. Thifan saya belum teruji benar. Jadi, harus tetap waspada sama lingkungan sekitar.
Di sisi lain, kota ini benar-benar crowded sangat. Kendaraan lalu lalang sibuk banget di jalanan. Orang-orang asyik sekali dengan agendanya masing-masing. Saya yang baru sehari dan belum menemukan soulmate kemana-mana *kangen mbak Indah* jadi ngerasa sendiri banget... *edisi lebay*. Semoga segera bisa bertemu dengan oase di riweuhnya kota Jakarta. Anyway, Allah gak akan memberikan cobaan diluar kesanggupan hambaNya kok. So, sabar dulu ya Vin ;)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.