Today's Words

“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim)

Rabu, 21 September 2011

IT & Security

Posting saya hari ini agak berat (xixi..). Terkait dengan tugas dari mata kuliah Keamanan Informasi Lanjut, maka berikut saya uraikan dengan singkat beberapa insiden keamanan IT di Indonesia pada tahun 2011:
  1. Web Lemhanas Dibobol
    Kasus ini muncul pada bulan Mei tahun 2011 dan beritanya bisa diakses di halaman ini . S
    ang hacker tidak mengganti halaman depan web Lemhanas tersebut namun hanya meyisipkan sebuah halaman bahwa memang website tersebut berhasil dibobol. Halaman yang disisipkan tersebut adalah http://www.lemhannas.go.id/index_hack.html. Berikut screenshot halaman hacked yang disusupkan oleh sang hacker:

    Tapi sayangnya sang hacker agak kurang teliti. Ia menaruh gambar deface pake gambar situs sendiri hingga bisa meninggalkan jejaknya (haha..). Bisa dilihat di gambar dibawah ini:

  2. Gara-gara Ketinggalan, Kartu Kredit Dibobol Hingga Rp45 Juta
    Hati-hati bagi yang memiliki kartu kredit. Kalau tidak hati-hati, bisa-bisa Anda akan bernasib sama seperti pemilik kartu kredit yang satu ini.
    Kali ini, dialami Sri Wahyuni yang saat itu kartu kreditnya ketinggalan di sebuah pusat perbelanjaan Pasific Place SCBD, Jakarta Selatan.  Namun, pelaku yang terdiri dari pasangan muda-mudi Astuti, 27 tahun dan Lukman Hakim, 24 tahun, dibekuk aparat Polsek Metro Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Beritanya bisa diakses disini.
    Apakah kasus ini termasuk insiden keamanan IT? Meski diakibatkan oleh human error yaitu kesalahan dari korban yang tidak sengaja (saya yakin pasti tidak sengaja) meninggalkan kartu kreditnya, tapi keamanan untuk sebuah kartu kredit juga patut dianalisa lagi. Kedepannya, perlu dibuat inovasi agar kartu kredit tidak semudah itu disalahgunakan jika pemegangnya bukan orang yang berkepentingan.

  3. Dana Dibobol, Nasabah Gugat Bank Mandiri Rp 100 Miliar
    Kali ini kasus terjadi di salah satu bank terbesar di Indonesia.
    PT Bank Mandiri Tbk digugat karena hilangnya uang nasabah. Salah seorang nasabah 'kaya' dalam layanan Mandiri Prioritas kehilangan dananya sebesar Rp 2,28 miliar dan US$ 140 ribu. Pada gugatannya tersebut, Nur'ainy menceritakan bahwa uangnya dibobol oleh customer service Bank Mandiri yang bernama Rika Susanty. Rika dituding memindahkan dana Nur'ainy tanpa persetujuan. Padahal tidak ada satupun blanko/slip yang ditulis atau ditandatangani oleh Nur'ainy sebagai pemilik dana. Bagaimana cerita selengkapnya? silakan kunjungi halaman ini.


    Referensi:
    • http://www.neotutorial.com/2011/05/website-lemhannas-dibobol-hacker.html
    • http://www.portalkriminal.com/index.php?option=com_content&view=article&id=10582:1758-gara-gara-ketinggalan-kartu-kredit-dibobol-hingga-rp45-juta&catid=20:curat-curas&Itemid=23
    • http://finance.detik.com/read/2011/06/01/142534/1651780/5/dana-dibobol-nasabah-gugat-bank-mandiri-rp-100-miliar

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.