![]() |
| Tour The Bandung |
A night before ...
Malam sebelum ODTB, saya riweuh menjemput Risa yang datang dari Purwakarta dengan bis. Saya gak tahu bisnya Risa itu berhenti di terminal mana. Maka, saya minta ia bertanya ke kernet bisnya. Fiuhh.. setelah sms bolak balik dan menelpon dia, akhirnya diputuskan bahwa saya harus menjemputnya ke terminal bis Leuwi Panjang. Awalnya saya minta dia turun di sekitar Pasteur aja biar saya gak kejauhan menjemputnya. Tapi kernet bisnya bilang, "Bisa sih turun di Pasteur....tapi itu dengan catatan gak ada Polisi yang stand by di sana." Hiyaa...Berhubung tidak pasti, maka saya suruh dia turun di Leuwi Panjang saja meski rada shock karena lama perjalanan dari kosan ke terminal itu bisa mencapai 1 jam :( haha..
Dan.. jam 8 lewat 15 malam saya meluncur ke terminal itu. Haduhh bener-bener nekat dah keluar malam-malam! Mbak Indah sempat menawarkan untuk menemaniku menjemput Risa pake taksi. Tapiihh.. pasti bakal lebih lama nyampek karena macet. Wkwk :) Saya pakai jaket, membawa satu jaket lagi untuk Risa, ambil motor, baca do'a, dan segera tancap gas. Di daerah Buah Batu kemacetan tidak terhindarkan. Maklum, sorenya sampe Isya Bandung diguyur hujan. Yang tersisa setelah hujan ya kemacetan itu karena orang-orang baru bisa keluar setelah hujan reda..xixi..
Saya sampai di terminal sekitar jam 9.15 malam. Bener-bener 1 jam perjalanan... Risa naik keatas motor, saya suruh pakai jaket biar gak dingin, trus saya singgahkan ke sebuah tempat makan untuk mengisi lambung saya yang memang belum makan malam. Kami singgahnya di... Ngopidoeloe :D Nama ini pernah disebut sama temen dan bikin saya penasaran berkunjung kesana.
![]() |
| Gedung Sate |
The Tour is begin...
Esok paginya, jam 7.15 kami sudah meluncur dari kosan. Banyak sekali tujuan perjalanan yang ada di benak saya. Dan tujuan pertama adalah Gedung Sate, icon paling terkenal di Jawa Barat. Hanya beberapa jepretan disana dan kami berlanjut ke menu tur selanjutnya.. Jalan Asia Afrika :D
![]() |
| A History of Asia Afrika Road |
Disana kami mengunjungi Savoy Homan, Gedung Merdeka dan Museum Konperensi (emang pake "p", bukan "f") Asia Afrika.Savoy Homan adalah salah satu bangunan tua di Bandung. Bangunan ini kini (dulu jadi apaan yak?) menjadi hotel. Sedangkan Museum Konperensi Asia Afrika, waktu kami datang tempat itu belum buka. Jadilah kami hanya berfoto-foto di sekitar museum. Di samping museum ada Gedung Merdeka. Saya kurang tahu itu dulu bangunan untuk apaan. Tapi yang pasti gedung itu juga memiliki sejarah dan juga menjadi tempat yang bagus untuk berfoto-foto :D hehe..
Tidak jauh dari Gedung Merdeka, sebelum jembatan penyeberangan, ada pertigaan yang kalau belok kanan menuju Jalan Braga. Ada cerita lucu tentang jalan ini. Dulu saya pernah muter-muter sampai 1,5 jam untuk menemukan cara menuju jalan ini. Padahal startnya adalah jalan yang tepat didepannya. Hanya, karena jalan ini satu arah, saya sangat kesulitan mencari jalan memutarnya :D
Jalan Braga menurut saya adalah jalan yang paling terkenal di kota Bandung. Ada apa disana? Kalau saya sih, di jalan ini banyak bangunan-bangunan tua yang masih lumayan terawat. Banyak orang-orang yang pernah saya lihat mengambil pemandangan jalan ini untuk berfoto, termasuk kami juga ;) Disini juga ada satu toko kue yang kata teman saya adalah toko kue yang udah dari zaman dahulu kala. Nama toko itu Braga Permai. Alhamdulillah, tokonya masih tutup... *melirikRisa :D haha...
![]() |
| The Braga |
Laper banget setelah foto-foto dengan Risa. Okey lah, menuju kampusku untuk sarapan saja ^^
Makan di kantin Salman adalah salah satu pilihan yang menarik jika di kampus. Menunya lumayan beraneka dan harganya murah. Misal, harga segelas jus buah Rp2.500,00 dan yoghurt Rp3.000,00. Setelah selesei makan, saya mengajak Risa masuk ke dalam kampus. Hari itu ada wisuda. Siapa tahu kami sempat melihat arak-arakan para wisudawan setelah mereka diwisuda di Sabuga :)
Ternyata arak-arakan belum ada. Masih terlihat beberapa kelompok mahasiswa dengan style-nya masing-masing yang bersiap-siap untuk acara arak-arakan wisuda itu. Yah, kami sepertinya terlalu pagi untuk hadir diri di kampus. Tidak apa-apa, toh tujuan utama saya mengajak Risa ke kampus adalah untuk jalan-jalan :D
![]() |
| The Green ITB |
Lingkungan kampus saya sangat hijau. Banyak pepohonan dan bunga-bunga musiman yang meneduhkan penglihatan sejauh mata memandang. Sayangnya bunga oranye yang biasanya mekar di dekat kolam Indonesia Tenggelam sudah tidak ada.. Padahal kalau ada, subhanallah....pemandangannnya akan lebih bagus. Yang masih mekar tinggal bunga ungu di beberapa gedung. Dan saya berhasil mengambil salah satu spot di Labtek VIII untuk didokumentasikan :D
Berlanjut dari kampus, kami pergi ke Paris Van Java atawa PVJ. Awalnya saya wanti-wanti ke adik saya kalau perjalanan kesana agak lama dan panas. Dan dianya tetep keukeuh pengan kesana..hmm baiklah kalau begitu...meluncurrr.....
PVJ yang terletak di daerah Sukajadi, punya pemandangan yang cukup bagus untuk didokumentasikan. Konsep pengaturan pertokoannya mirip di luar negeri. Risa yang anak PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota), tahu tentang PVJ dari dosennya di kampus. Yah, moga-moga aja jalan-jalan kali ini bisa menambah referensinya dia tentang tata kota mall dalam kota. Hehe.. ;)
Waktu kami berkunjung di PVJ lagi ada spot kecil yang menampilkan pernak-pernik bertema hallowen, salah satu kerjaannya orang-orang barat sono setiap tanggal 30 Oktober. Ada burung hantu -beneran-, labu bohongan, dan orang-orangan sawah. Yang paling menarik adalah burung hantunya.. Baru kali ini bisa berdekatan langsung dengan binatang itu. Lumayan lah ya, jadi gak perlu ke kebun binatang. Wkwkwk.. Trus burung hantunya juga gak satu, tapi ada kira-kira 5 ekor. Dan beberapa diantaranya ada yang sedang tidur. Lucu banget dilihatnya :D Didekat burung hantu bertengger ada tulisan peringatan agar para pengunjung yang ingin berfoto di dekat burung hantu, tidak menggunakan lambu flash karena akan mengganggu binatang itu.
![]() |
| The PVJ |
Selesai ngubek-ngubek PVJ dari lantai teratas sampe lantai paling bawah yang ada supermarket super besarnya, kami balik ke kosan untuk istirahat siang dan mentransfer hasil jepretan selama perjalanan tadi ke komputer. Maklum, saya tidak bawa flashdisk, card reader, ataupun kabel transfer handphone untuk memindahkan foto-foto dari kameranya Risa untuk saya bawa. Risa juga ternyata tidak membawa kabel transfer kameranya. Oya, saya sempat nyasar ke Pasar Sederhana saat mau balik ke kosan. Haha... :D Tapi lumayan, jadi tau daerah yang namanya Sederhana. Selama ini hanya melihat dan menggunakan angkot yang nama jurusannya Sederhana - Buah Batu tanpa pernah nyampek ke yang namanya Sederhana.
Siang hari ba'da Dhuhur saya dan Risa bergegas ke Cihampelas Walk (Ciwalk). Risa rencananya janjian dengan teman-teman satu timnya yang survei daerah ke beberapa kabupaten-kota di Jawa Barat disana untuk kembali ke Malang dengan bis. Agak lama kami di Ciwalk karena menunggu teman-temannya datang yang ternyata jauh dari perkiraan kami. Jam 1 siang kami ke Ciwalk, baru balik pulangnya jam 5 sore.. Tapi gak bosen lho jalan-jalan di tempat ini karena konsep bangunan dan pengaturan letak toko-tokonya yang menarik dan seru. Menurut saya, Ciwalk lebih keren daripada PVJ karena konsep tempatnya lebih outdoor dengan penyebaran toko yang apik dan futuristik *hayyahhh...
![]() |
| Ciwalk Sensation |
Tiba saatnya makan siang. Di Ciwalk banyak sekali tempat makan dengan harga yang lebih rasional dan familiar menurut akal dan dompet saya dibandingkan PVJ. Ada yang bertema japannese, fast food, bakso, dan beberapa franchise tempat makan lainnya. Agak bingung karena seperti biasa saat Risa ditawari makan mesti jawabannya "terserah aja.." :p
Akhirnya aku melabuhkan diriku dan adik paling kecilku ini di KiosK. Peletakan menu di pintu masuk resto memudahkan kami untuk memutuskan makan disini. Menunya bermacam-macam dan Risa manggut-manggut saat aku tawari makan disini aja :D KiosK Letaknya di Broadway Street-nya Ciwalk dan memiliki dua lantai yang cukup luas. Lantai atas lebih lega daripada di bawah. Ada rambu-rambu untuk tidak membawa kamera. Tapi kami cuek aja sambil ngerasani "wong kesini mbayar kok"..xixi..
Usai makan siang, kami keliling-keliling pertokoan itu lagi sambil melihat keramaian. Sekitar jam lima saya mengantar Risa ke parkiran bis yang akan membawanya kembali ke Malang. Pulangnya ke kosan Bandung diguyur hujan deras.. Tapi itu tidak menyurutkan roda Vario saya untuk berputar sekencang mungkin menuju kosan. Insya Allah tidak apa-apa karena saya pernah melewati hujan yang lebih subhanallah lagi di Pangkalpinang dulu..
Anyway, Sedih rasanya harus jauh lagi dari adik. Tapi ya gimana...hidup memang penuh perjuangan. Saya dan dua adik saya yang semuanya perempuan ini harus bisa mandiri dengan hidup berjauhan berbeda kota satu dengan yang lain.. Semangat ya adik-adikku!! :)
Nikmat Allah sangat berlimpah...
Oya, dalam perjalanan balik ke kosan setelah menjemput Risa dari terminal, saya berbincang-bincang sedikit dengan Risa. Diatas motor yang sedang melaju itu saya mengatakan padanya bahwa kita harus banyak bersyukur dengan keadaan kita sekarang. Banyak sekali nikmat dari Allah yang diberikan kepada kita *jadiberkaca2nihmata. Hal yang paling dekat saja, bagaimana Allah mengijinkan saya untuk menjemput Risa ke Terminal Leuwi Panjang malam-malam. Untuk kemampuan itu, Allah memberi saya anugerah: (1) Saya tahu letak dan rute menuju terminal agar tidak tersesat, (2) Hujan yang sebelumnya turun alhamdulillah reda, (3) Ada kendaraan yang bisa digunakan untuk pergi, (4) Saya punya uang untuk membeli bensin, (5) Saya bisa mengendarai motor dan waktu itu dalam keadaan sehat wal afiat, (6) Diberikan keselamatan sampai lagi di kosan. Subhanallah wal hamdulillah... banyak sekali bukan?
Yuks merenung...
Terkadang diwaktu kita sedang sedih karena tertimpa sebuah musibah, kita terkekang dalam pikiran bahwa kitalah orang paling tidak bahagia sedunia. Yang ada dalam benak hanya berbagai ketidakberuntungan, kekurangan-kekurangan diri, serta berbagai do'a-do'a yang tidak kunjung dikabulkan. Semua yang baik-baik pada diri serasa tertimbun oleh pikiran negatif itu. Padahal kalau kita mau berfikir dan merenung dengan bijak, Allah masih sangat sayang lho sama kita..
Kita masih punya keluarga lengkap yang siap mendukung kita yang mungkin saudara-saudara kita lainnya tidak miliki,
Kita masih punya teman yang bersedia hadir pada saat kita sedih maupun senang,
Kita masih diberi rezeki untuk makan dengan sangat layak kala orang lain dengan susah payah mencari pekerjaan dan penghidupan yang layak..
Kita bisa meneruskan pendidikan lebih tinggi dikala orang lain sangat susah payah mencari-cari cara untuk bersekolah lebih tinggi lagi..
Banyak ya... :)
Maka bersyukur dan berterimakasihlah kepada Allah dengan terus berusaha taat kepadaNya... Allah sangat saaayang kepada kita..
Hitunglah, maka kau tidak sanggup menghitung banyaknya nikmat itu..
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Q.S. Ar-Rahman : 13)







haiyaa,,, masih sempat jalan2 ga ikutan seminar..hehehe
BalasHapushaha... minta trasnferan ilmunya aja ya ntar :P
BalasHapus