Aku dikejutkan oleh suara petasan setelah sholat maghrib hari itu. Aku melongok keluar rumah melalui jendela kamar dan melihat ada bunga-bunga api menari didalam rumah tetangga depanku.
Setengah sadar aku mikir "Ni orang, masak nyalain mercon didalam rumah??"
Dan setelah full sadar, aku pun berteriak "Ma, stella tuh nyalain mercon didalam rumah!!", disambut larian mamaku keluar rumah setengah panik.
Aku jadi full panik saat ada yang berteriak "kebakaran..kebakaran..".
Sementara orang lain ada yang menyahut "siram pake air itu cepat..".
Yang terbayang olehku adalah ada bagian dari rumah itu yang terbakar dan harus segera dipadamkan. Aku mikir betapa jauhnya Pos Pemadam Kebakaran dari komplek rumahku ini. Trus rumah-rumah disini kan dempet-tempetan dinding. Cepet banget apinya menyebar kalau gak segera dipadamkan..
Sebelum panikku menjadi-jadi, ternyata orang depan rumah itu menarik kasur yang terbakar keluar rumahnya dan ada yang menyiram dengan air agar apinya padam.
"Fiuuhh..", leganya hatiku.. Cuma kasur yang terbakar..
Tapi ya lumayan..kejadian senja itu membuat seisi kampung keluar rumah dan memeriksa dimana suara ledakan berasal. Ternyata..ulah tetangga depan yang entah gimana caranya sampai-sampai menyalakan mercon didalam rumah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.