Sakit, menuju sehat itu mahal teman...
Sehari sebelum mudik, saya terkena demam. Badan panas yang diawali dengan radang tenggorokan.
Sampai di rumah, mama mengajak saya ke puskesmas karena panasnya gak turun-turun meski udah dikasih obat Decolgen. Dari puskesmas saya diberi 4 macam obat, gratis!
Namun ternyata obat gratisan itu gak mempan buat saya. Panas masih berlanjut sampai 3 hari setelah berobat. Sakit panas bertambah dengan batuk, pilek, dan sakit kepala. Astaghfirullah hal adzim... bener-bener menyiksa.. Saya khawatir kok panasnya gak ilang-ilang. Perasaan itu bertambah lebay saat saya merasakan nyeri-nyeri di ruas jari-jari tangan saya.
"Jangan-jangan chikungunya nih..",sambil mereka-reka ulang kemana saja saya selama ini sehingga bisa digigit oleh nyamuk chikungunya. Maklum, waktu itu di TV lagi ada berita orang yang terkena chikungunya karena banjir di sekitar rumahnya.
Lalu saya koar-koar di facebook "Sudah 4 hari panasnya gak turun-turun.. Apakah saya perlu tes darah??".
Alhamdulillah ada beberapa teman yang menanggapi. Yang paling menyita perhatian saya adalah 2 orang yang menyarankan saya untuk tidak tes darah dan memperbanyak minum air putih serta istirahat. Elaine bilang kalau panas yang saya rasakan adalah tanda bahwa serdadu-serdadu dalam badan saya sedang berjuang melawan virus penyakit flu (batuk, pilek..) Dan sakit kepala adalah efek dari panas yang saya rasakan. Klo tes darah untuk tipes, hasilnya baru akurat setelah dilakukan seminggu setelah panas masih ada di badan. Kalau tes darah untuk DBD? Well.. DBD gak pake batuk dan pilek..
Satu suara dengan Elaine, Uci menyuruh saya untuk tidak usah ke dokter dan banyak-banyak minum air putih plus beristirahat. Menurut pengalaman uci yang lagi hamil dan pernah demam juga, demamnya hilang meski tidak minum obat (karena lagi hamil). Yang ia lakukan ya tadi, minum air putih, makan makanan yang bergizi, dan banyakin istirahat :)
Alhamdulillah.. keesokan harinya panas dan sakit kepalanya udah reda. Padahal sebelumnya saya udah bener-bener mo ke dokter dan meminta tolong mbak Indah untuk mengirimkan kartu Askes saya yang tertinggal di Bandung. Yang tersisa kini tinggal batuknya. Uhuk..uhuk.. Sampe-sampe tidur saya terganggu karena tiba-tiba saja tenggorokan gatal dan dilanjutkan dengan batuk yang lama banget berhentinya.
Beberapa kali ortu saya menyarankan untuk pergi ke sebuah rumah sakit (sebut saja RS X). Ayah saya suka kesana (bukan hobi juga sih) kalau lagi sakit dan obat gratisan udah gak mempan. Namun beberapa kali juga saya menolak karena merasa batuk ini nanti akan sembuh juga..
Tapi semua argumen itu akhirnya luluh juga di hari ini, setelah seminggu lebih batuknya gak kunjung sembuh. Saat lagi jalan-jalan ke luar, lagi-lagi batuk saya kambuh. Ortu saya kembali menyarankan untuk pergi ke RS X dan saya pun meng-iya-kan karena udah males batuk-batuk lagi.
Dan.. akhirnya saya mendaftarkan diri di loket pasien baru RS X. Setelah itu seorang perawat memeriksa tensi darah dan saya pun diperiksa oleh seorang dokter perempuan. Saya bilang kalau lagi batuk dan diawali dengan radang tenggorokan. Dokter itu meminta saya untuk merebahkan diri di atas tempat tidur dan memeriksa tenggorokan saya. Detak jantung diperiksa sekenanya. Iya, sekenanya, soalnya cepet banget itu stetoskop (bener gitu bukan ejaannya?) berpindah dari spot satu ke spot lainnya.
"Yah..mungkin sekedar menjalankan prosedur formal meriksa pasien..xixi", gumam saya dalam hati.
Setelah menerima resep, saya menuju apotek yang hanya 5 langkah dari ruangan dokter itu. Saat menunggu resep siap, mama bercerita kalau ayah biasanya ke RS itu jika sakit.
"Biasanya sih keluar dua ratus ribu kalau periksa", kata beliau.
"Apa?? Mahal banget.. Kenapa mama gak bilang dulu tadi? Hiks..", sampai getun banget saya mendengar informasi itu. Langsung deh saya menuju loket apotek dan menanyakan apakah bisa resepnya pake As*es (asuransi kesehatan yang saya pakai, khas PNS). Ternyata gak bisa sodara-sodara.. Harusnya memang saya laporkan asuransi saya itu saat mendaftar sebagai pasien tadi. Tapi berhubung saya sudah kapok sama yang obat sebelumnya yang gratisan, akhirnya tadi pas mendaftar nekat gak nunjukin kartu as*es saya. Hikss.. :(
Terkulai lemaslah saya menunggu kasir memanggil nama dan menyebutkan berapa biayanya. Gak lama akhirnya saya dipanggil dan tersebutlah angka itu: Rp152.600,00.
"Innalillahi..", saya kaget sambil setengah bergetar *lebay mengeluarkan uang dari dompet. Sudah lama banget gak sakit semahal itu.. Klo sakit biasanya saya cukup pake as*es dan sembuhlah penyakit saya. Ato, mungkin pergi ke dokter kampus dan mengeluarkan uang Rp10.000,00 untuk periksa dan obat yang diberikan.
"Apapun penyakitnya, apapun obatnya, bayarnya ya Rp10.000,00", itu slogan yang pernah saya dengar dari anak kampus tentang balai pengobatan di kampus.
"Grrhhh.. Kenapa gak bilang kalau mahal gini biayanya.. Tau gini aku mending minum obat yang di pasaran aja.."keluh saya. Empat macam obat, biaya dokter, dan biaya pendaftaran semuanya sebesar angka tadi (sampe males nyebutin ulang angkanya..wkwk). Ortu saya tetep aja konsisten dengan argumennya "Batukmu itu gak sembuh-sembuh.. Daripada minum obat gak jelas kan mending sekalian aja ke dokter". Krik-krik..
Ya sudahlah, toh udah dikeluarkan ini duitnya. Gak mungkin balik lagi dan bilang gak jadi beli sama apoteknya.
Cukup saya yang mengalami hal ini. Untuk para pembaca:
1. Jaga kesehatan, jangan sampai sakit
2. Browsing dan tanyakan teman-temanmu, siapa tahu ada yang punya pengalaman sakit seperti yang kau rasakan. Sharing dari mereka lumayan banget lho :)
3. Bawa kartu asuransi kesehatan kemanapun Anda pergi. Maksimalkan kartu itu sebelum harus berobat tanpa kartu.
4. Jangan lupa tanyakan dulu pada yang udah berpengalaman, berapa kira-kira biaya berobat tanpa kartu asuransi. Dengan begitu Anda bisa memutuskan apakah gak pake kartu (biar pengobatannya maksimal), atau mungkin harus pakai kartu. Secara, sering denger dari orang-orang kalau antara pake kartu dengan tidak, obat yang dikasi berbeda dan efek kesembuhannya juga berbeda lamanya.
Semoga lekas sembuh bagi yang lagi sakit. Dan yang lagi sehat, dijaga ya ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.