Terinspirasi dari kesedihan yang kurasakan saat ada beberapa orang yang berkhianat dari pasangannya. Mereka, adalah para suami yang saat tak berada disamping pasangannya, tidak dapat menjaga lisan dan mata dari:
- Membicarakan perempuan lain, menyanjung kecantikan perempuan yang bukan pasangan sehidup-sematinya. Meski dibawakan dengan bercanda, tapi kami saja (perempuan disekitar kalian) bisa merasakan bagaimana sakit hatinya jika istri kalian mendengar itu.
- Membicarakan tentang poligami dengan ringan sambil tertawa-tawa. Memang dalam agama tidak dilarang.. Tapi apakah kalian sadar kalau pembicaraan itu -jika didengar istri-istri kalian- membuat jantung mereka langsung berdetak kencang?
- Memasang foto artis-artis wanita berpakaian minim di desktop notebook. Bisakah kalian menjaga pandangan kalian dari yang bukan hak kalian?
- Masih mengingat perempuan-perempuan yang sempat singgah di hati kalian sebelum kalian menikah.
Astaghfirullah hal adzim..
Sadarkah kalian? Semua yang kalian lakukan itu akan membuat seorang bidadari di rumah kalian tersayat-sayat hatinya. Berderai air mata saat mengetahui apa yang kalian lakukan dikala kalian jauh dari mereka..
Hargailah mereka yang telah mengandung dan melahirkan putra-putri yang kalian sangat sayangi. Hargai mereka yang telah rela mendampingi kalian disaat-saat susah. Mereka, yang telah kalian nikahi atas nama Tuhan kalian. Bukankah mengkhianati mereka berarti kalian juga telah mengkhianati ijab-qabul yang dulu pernah terucap?
Hargai pasangan kalian, hargai mereka meski kalian tidak berada disamping mereka. Karena dengan menjaga mereka, itu artinya kalian juga telah menjaga harga diri kalian sendiri!
Sekali lagi, kukatakan bahwa jangan pernah berkhianat dari pasangan hidup kalian. Meski di artikel ini contohnya dari para suami, tapi para istri juga bukan tidak mungkin untuk terjerumus dalam hal yang sama. Mari kita jaga lisan, pandangan, pendengaran, dan seluruh panca indra kita...dari hal-hal yang bukan hak kita, yang mungkin dapat menyakiti pasangan kita yang telah kita pilih untuk mendampingi kita menuju surgaNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.