Today's Words

“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim)

Senin, 16 Juli 2012

TDJ [6] : Sunrise di Bromo


Kunjungan ke Bromo menjadi menu utama kami di Malang. Sebelum mendarat di Malang, terlebih dahulu kami sudah memesan paket perjalanan lengkap Malang-Bromo-Malang. Satu orangnya kena biaya Rp200.000. Itu sudah termasuk snack pagi dan makan siang.

Jum'at, 15 Juni 2012

Setelah menunggu 1 jam lamanya dari perjanjian awal, jam 12.00 malam kami berangkat menuju Gunung Bromo. Perjalanan dari Malang memakan waktu dua jam dan jalan mendekat lokasi akhir sangat berkelok naik.. naik.. dan naik :D
Dari gelap ke terang
Jam 2 malam kami sampai di lokasi yang namanya Penanjakan. Disini sudah banyak mobil-mobil dan orang-orang yang senasib dengan kami, ingin melihat sunrise dibalik Bromo :D Udara disini dingin banget. Ada beberapa orang yang menawarkan sewa jaket tebal, dan jual kupluk n sarung tangan. Untungnya kami sudah siap dengan jaket tebal, sarung tangan, dan kaos kaki.

Setelah 1 jam menunggu, jam 3 kami melangkah menuju puncak Pananjakan. Pejalanan diawali dengan menumpang mobil hardtop (gitu bukan ejaannya) yang besar. Setelah sampai  dekat daerah Pananjakan, perjalanan kami lanjutkan dengan jalan kaki.

Kami berjalan kaki menaiki tangga. Kiri kanan tangga itu terhampar pemandangann alam yang sayang agak gak jelas karena gelap semua. Hehe.. Dan hufhh.. angin dingin membuat detak jantung saya semakin cepat. Sebelum menaiki tangga, saya berinisiatif untuk menyewa 1 jaket tebal demi menahan hawa dingin membekukan darah saya #lebay. Adik beserta teman-teman juga ternyata ikut menyewa jaket.

Setelah semua memakai jaket tambahan (jadilah masing-masing orang memakai 2 buah jaket) dan menyalakan senter, kami bersiap naik ke Pananjakan. Baru beberapa langkah menaiki tangga, kami berhenti untuk mengumpulkan tenaga. Lagi-lagi detak jantung saya yang cepat membuat saya harus mengatur nafas. Saya teringat hasil review saya dari internet, kalau ada tangga naik dengan jumlah anak tangga sekitar 250 buah.

"Glegg..baru naik 10 aja udah gak kuat, gimana sisanya??", pikir saya dalam hati. Teman saya kemudian menyarankan kami untuk berhenti mengumpulkan tenaga setiap kami menaiki 10 anak tangga. Okeylah, sepakat! Daripada ada apa-apa sama jantung saya yang hampir beku ini. Fufu..



Pemburu sunrisenya Bromo
Kami melanjutkan naik tangga lagi... Eh, gak lama kira-kira 10 anak tangga..lha kok udah sampai di puncak? Sudah banyak orang yang berkumpul dalam gelapnya malam menunggu munculnya mentari. Saya kaget, "bukannya ada 250 tangga?". Setelah tanya orang-orang, ternyata itu sudah tempat paling tinggi untuk melihat sunrise. Wkwkwkwk..lha terus dimanakah 250 anak tangga itu? Ternyata tangga itu ada di lokasi padang pasir, yang akan kita tuju setelah melihat sunrise.

The Mountains

Singkat kata, yang dinanti-nanti datang juga. Pemandangan matahari terbit, dari detik ke detik berhasil kami nikmat. Langit yang cerah membuat warna jingga sempurna terlihat menyebar di langit. Subhanallah... 

Selesai menikmati keindahan sunrise dan pemandangan pegunungan, kami membeli cinderamata berupa tempelan kulkas. Satu buahnya dihargai Rp15.000.

Di padang pasir
Kami kemudian menuju padang pasir yang menjadi lokasi syuting film Pasir Berbisik. Driver yang membawa kami bilang kalau disitu ada batu yang berbentuk singa. Selidik punya selidik, saat kami tiba di lokasi, bentuk batu itu biasa-biasa aja tuh -_- sebelah mananya yang bentuknya singa ya?? But anyway, padang pasirnya bener-bener keren! :D

Perjalanan dilanjutkan menuju Gunung Bromo. Nah, disini nih ada yang 250 anak tangga itu. Lokasi sekitar gunung sangat gersang dan panas. Pasir yang berwarna hitam akan beterbangan jika ada kuda atau mobil melintas. Oya, dari lokasi parkir mobil hardtop ke kaki gunung bromo bisa kita tempuh dengan menggunakan kuda. Sewa kuda harga normalnya Rp100.000. Tapi jika kita pintar menawar, insya Allah bisa dapat Rp75.000-50.000 :)

Jarum jam menunjukkan pukul 10.00 di hari Sabtu. Kami sudah cukup puas menikmati keindahan alam sekitar Bromo. Matahari juga sudah terik-teriknya. Kami pun memutuskan untuk mengakhiri penjelajahan dan kembali ke Malang.

Tips yang bisa saya berikan di artikel kali ini:

  1. Jauh-jauh hari, lakukan survei terhadap objek wisata yang akan anda kunjungi. Perhatikan, apakah anda berkunjungnya di waktu yang tepat. Jangan sampai berkunjung ke alam luar disaat musim hujan. Bisa-bisa, jadi gak bisa melihat jelasnya sunrise karena tertutup awan. Atau kalaupun terpaksa, jangan lupa bawa payung ya :)
  2. Pesanlah paket perjalanan jika anda bener-bener belum pernah ke tempat tujuan yang agak terpencil dan akses transportasi terbatas. Pastikan semua fasilitas yang anda perlukan, sudah include dalam paket wisata itu.
  3. Tanyakan ke guide perjalanan, kemana aja lokasi yang akan dituju dalam 1 paket perjalanan. Bagi-bagilah waktu agar semua lokasi terkunjungi. Jangan sampai kelamaan di satu lokasi sehingga tidak sempat ke lokasi lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.