Bukan lagi ngomongin tentang sebuah lagu.. tapi tentang.. ah, baca aja ya! ;)
Dikecewakan
Ada kisah dimana kita pernah dikecewakan oleh seseorang. Mungkin difitnah, dikhianati, dibohongi, dicuekin, ataupun hal-hal "jahat" lainnya. Mungkin oleh teman kita, partner kerja, maupun sahabat karib yang sudah kita percayai lahir batin #lebay. Saya yakin semua orang pernah mengalaminya. Namun, saya yakin tidak semua orang bereaksi sama terhadap hal tersebut. Nah, ini yang unik untuk dibahas.
Tentang Rasa
Sebagai manusia yang memiliki perasaan, kecewa dan sedih adalah reaksi manusiawi saat ada yang berbuat hal-hal tadi kepada kita. Tapi, kita punya pilihan untuk mengolah perasaan kita selanjutnya: tidak terlalu menganggapnya, ataukah memendam rasa itu sampe lewat expired date :D #nyengir
Menurut hasil survei terbatas yang saya lakukan, ternyata laki-laki lebih bersikap acuh dan tidak terlalu memikirkannya berlarut-larut. Berbeda dengan perempuan..perempuan yang lebih dominan perasaan ketimbang logika -ada kemungkinan beberapa diantara mereka- akan memikirkan kekecewaan itu berlarut-larut.
Menangis mungkin reaksi seorang perempuan yang masih bisa dibilang normal. Namun ada juga yang sampai membawa perasaan itu ke alam bawah sadar #tsahhh. Sehingga, perasaan itu mempengaruhi menguasai diri mereka lebih lama. Misal, bayangan-bayangan kekecewaan itu terbawa ke dalam mimpi. Ataupun, kisah sedih itu mempengaruhi cara pikir mereka sehingga kedepannya mereka cenderung berpikir apatis, pesimis, dan tidak logis.
Akibatnya...
Bagaimana dengan efek yang terlihat secara nyata (well, untuk laki-laki dan perempuan, sepertinya ini berlaku)? Menghindari bertemu dengan si penyebab kekecewaan menjadi salah satu bentuk cara yang dianggap bisa menyelesaikan permasalahan. Cara lain yang lebih ekstrim adalah membicarakan kejelekan-kejelekan orang itu ke orang lain dengan maksud ghibah. Sangking keselnya, kita jadi merasa seperti tidak ada sama sekali kebaikan orang itu dimata kita. Fiiuuhh.. Naudzubillahi min dzalik.. Jangan sampai ini terjadi kepada kita. Orang lain yang berlaku salah, eh kita jadi ikutan kena dosa dan merugi karena membicarakan kejelekan orang itu.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik... " (QS. Al Hujuraat: 11)
Yang pasti semua aktifitas yang berlarut-larut menindaklanjuti rasa sakit hati itu bikin kita jadi capek sendiri. Kok bisa? Ya iyah.. Waktu kita tersita untuk mikirin betapa sakitnya hati kita karena perbuatan orang itu. Sementara orang itu belum tentu mikirin akibat buruk perbuatannya ke kita. Di sisi lain, belum tentu orang itu lebih buruk daripada kita. Tapi karena hati kita tertutupi oleh amarah, jadilah yang ada dipikiran kita cuma kejelekannya.
Allah is The Only Reason..
Lalu bagaimana cara kita menyelamatkan diri agar tidak berlarut-larut dalam kekecewaan dan sakit hati? Simak beberapa tips berikut ini:
- Introspeksi diri. Klo ada musibah -apapun itu- yang menimpa Anda, pertama-tama yang Anda harus lakukan adalah menghisab diri Anda sendiri. Siapa tau orang lain berbuat demikian karena Anda duluan yang memulainya...
- Berpikirlah bahwa ini merupakan ujian dari Allah. Ingatkah Anda bahwa Anda sering memohon padaNya untuk diberikan kesabaran dan kekuatan? Mungkin inilah cara Allah membuat Anda lebih sabar dan kuat lagi.
- Maafkan dan lupakan. Setiap orang, bahkan kita, mungkin bisa saja tidak sengaja berbuat salah. Jadi kalau kesalahannya bukan hal yang sangat materil dan tidak berulang, maafkan dan lupakan. Itu akan meringankan beban pikiran kita. Masih banyak hal-hal penting lainnya ketimbang memikirkan kesalahan orang ke kita.
- Mengingat kebaikan orang itu. Jangan fokus hanya ke kesalahan orang itu. Pikirkan kebaikan-kebaikan yang pernah ia lakukan.
- Berfikirlah selayaknya pengusaha yang gak mo rugi. Klo orang lain berbuat salah, ngapain kita yang repot menghabiskan segala energi kita untuk memikirkannya? Rugi ah! Karena seharusnya yang sibuk mikir dan sedih itu dia karena dia telah berbuat salah.
- Nah, yang terakhir ini adalah tips khusus dari saya: "Jangan rela menjadi sedih dan nangis lebay karena perbuatan manusia kepada kita. Bersedihlah dan menangis lebay-lah hanya karena Allah, yaitu: saat kita jauh dariNya, saat kita bangga lalai dari perintahNya." Itu tuh yang biasanya saya camkan dalam hati. Jadi setiap kali ada orang yang mengecewakan saya, saya selalu berusaha untuk tidak larut didalamnya. Allah is the only reason for me... insya Allah :)
- Setelah semua healing itu kita lakukan pada diri kita, selanjutnya adalah menyerahkan semuanya pada Allah. Mohonkan ampun atas kesalahan yang mungkin tidak sengaja kita lakukan sehingga membuat orang lain bertindak tidak seperti yang kita harapkan. Mintakan kepada Allah agar orang itu segera diberikan cahaya hidayah. Biarkan Allah yang meng-handle semuanya.. :) dan yakinlah, Ia akan memberikan yang terbaik untuk kita ;)
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. At Taghaabun: 11)
Sekian dari saya. Bagaimana pendapat Anda? How do you fix a broken heart?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.