Iya, kemarin saya sempat mengeluarkan flek.
Langsung lemes rasanya pas tau ada flek. Teringat teman sekantor yang juga pernah keluar flek dan beberapa hari kemudian divonis harus dikuret karena keguguran. Yang terpikirkan oleh saya saat itu hanya istirahat dan bedrest. Tapi bagaimana mungkin? Saya waktu itu lagi di pusdiklat, jauh dari kosan, otomatis tidak bisa langsung istirahat. Saya harus menyelesaikan tugas saya hari itu, baru kemudian pulang balik ke kosan.
Saya sempat berpikir untuk segera buat janji untuk bertemu dengan dokter kandungan. Saya ke perpustakaan untuk mengakses internet karena waktu itu tablet saya lagi rusak. Saya mencari jadwal dokter yang dinas keesokan harinya, atau mungkin sore ini juga.
Oya, ada klinik dokter di pusdiklat. Setelah dari perpustakaan, saya melangkah ke klinik. Sebenarnya awalnya agak ragu, karena saya prediksi di klinik gak ada alat USG. Tapi alhamdulillah, ternyata dokter yang sedang bertugas sangat membantu. Setelah menceritakan apa yang terjadi dengan diri saya, beliau lalu memberikan 4 buah pil penguat kandungan bernama Duphaston. Diminum 2 kali sehari, saya bilang ke Bu Dokter kalau insya Allah saya mo ke dokter kandungannya besok hari.
Alhamdulillah saya agak tenang. Saya mulai membatasi gerak dan duduk saja di kursi. Saya mulai mengontak suami di Bogor dan menceritakan yang saya alami. Suami langsung merespon dan bersedia untuk ke Jakarta sore hari itu juga dan menemani saya ke dokter keesokan harinya. Alhamdulillah...
Di kosan, saya masih harap-harap cemas terhadap kandungan saya. Sedih banget, kalau ternyata keguguran dan mesti dikuret. Haduh, gak kebayang deh rasanya >_<
Berkunjung ke Dokter Kandungan
Keesokan harinya, Kamis tanggal 17 Oktober 2013 saya dan suami pergi ke RSAI Harapan Kita. Waktu itu dokter kandungan yang sedang bertugas adalah dr. Kartika Hapsari. Setelah mendaftar, saya diperiksa tensi darah dan berat badan. Dan setelah lama menunggu, alhamdulillah sekitar jam 11.40 saya dipersilakan masuk untuk diperiksa.
Oya, mengingat usia kandungan saya masih sekitar 7 minggu, suster menginformasikan bahwa saya akan diperiksa dengan USG transvaginal. Weeww... Jadi, sebelum di USG, saya harus mengosongkan kandung kemih dulu. Oke sip, setelah tabungan kosong, saya pun bersiap untuk di USG. Deg-deg-an pastinya.... Selain karena mengkhawatirkan tentang kondisi si dedek, well...ini adalah USG trasvaginal pertama saya. Heuheu..
Bu Dokter akhirnya menemui saya dan suami di ruang USG. Bu Dokter langsung menyapa saya dengan "Kayaknya kita pernah ketemu ya sebelumnya?". Pertanyaan yang langsung saya tanggapi dengan serius dan wajah lugu "Oya?? Hmmm kayaknya belom pernah deh Dok.". Usut punya usut, kata suami, ternyata sapaan Bu Dokter adalah sapaan default seorang dokter ke pasiennya biar pasiennya rileks. Hayyahh... >_< Oya, Bu Dokternya masih muda, berjilbab, ramah, dan cukup lincah.
To See You and Hear Your Heartbeat
Dan...kegiatan USG pun dimulai. Alhamdulillah..janin dalam rahim saya terlihat jelas meski bentuknya masih kecil. Bu Dokter bilang, usianya waktu itu 7 minggu 3 hari (tuh kan bener.. bukan seperti itungan waktu cek ke klinik kantor kemarin). Sepertinya umurnya memang dihitung dari HPHT saya.
![]() |
| 7 weeks 3 days |
Selesai konsultasi dengan Bu Dokter, kami menuju apotek untuk mengambil 2 obat yang diresepkan Bu Dokter. Saya diberi resep vitamin berjudul Folamil Genio yang berisi 30 kapsul, diminum 1 kapsul sehari setelah makan. Obat lainnya yaitu obat penguat kandungan (semacam hormon progesteron, lupa namanya apaan) yang diresepkan untuk 7 hari saja, 1 hari cukup 1 buah.
Oke, alhamdulillah selesei juga semuanya... Dedek sehat dan sebulan lagi kami akan berkunjung ke Bu Dokter untuk melihat perkembangannya. Sampai jumpa sebulan lagi ya dek... :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.