Today's Words

“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim)

Senin, 07 November 2011

Idul Adha 1432 H

Selamat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1432 H
Semoga kita bisa meneladani sikap kesabaran dan keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam ketaatan kepada Allah swt..

Kemarin saya sholat Ied di Kampus ITB. Kirain mulainya jam 06.00. Maka saya berangkat jam 05.30 dengan tergopoh-gopoh takut tidak kebagian tempat. Eh lha ternyata nyampek disana, masih belom ada satu jama'ah yang menempati syafnya. Panitia masih mempersiapkan lapangan dengan membersihkan air yang menggenang. Jadilah, saya menempati syaf paling depan untuk jama'ah akhwat.

Ilmu dari seorang nenek

Saya bersebelahan dengan seorang nenek yang datang ke tempat itu bersama suaminya. Karena mulai sholatnya masih jam 06.45, saya memiliki waktu yang sangat banyak untuk mendengarkan cerita nenek itu. Meski saya hobi bercerita, tapi terkadang saya lebih suka hanya mendengarkan orang yang sedang bercerita ketimbang menimpali banyak kisah pribadi saya :D

Nenek itu bercerita banyak hal tentang diri dan keluarganya. Ia memiliki 7 orang anak yang menurut saya semuanya berhasil. Sedari kecil nenek itu mengajarkan agama dengan sangat kuat pada semua anak-anaknya. Saat anak-anaknya udah bisa menjalankan ibadah dengan baik, barulah ia memperbolehkan mereka untuk pergi merantau. Dengan begitu, ia sudah yakin kalau anaknya bisa menjaga diri dengan iman yang kuat di hati anak-anaknya. Beberapa anaknya ada yang kuliah di jurusan teknik ITB, kedokteran Unpad, dan Gunadarma. Anak yang dari ITB berhasil masuk kerja di Pertamina, sama seperti tempat suami dari nenek itu bekerja. Dua orang cucunya sekarang sedang kuliah di ITB juga. Untuk uang masuk kuliah, nenek itulah yang membantu. Ia bilang, ia emang berniat untuk membantu cucu-cucunya dengan uang tabungannya. Subhanallah...

Nenek yang bernama Elliya (nama yang bagus menurutku) itu dulu tahun 1960 kuliah di Sastra Perancis Unpad. Gak heran, ia sangat fasih saat menyebutkan beberapa  kata dalam bahasa Inggris  padaku dan kayaknya emang melek pendidikan banget meski usianya sudah tidak muda. Subhanallah..keren ya ^^ Sementara suaminya di teknik pertambangan ITB. Beliau berkata, dulu itu anak-anak sastra gak mau menikah dengan orang dengan jurusan IPS juga, ataupun satu kampus. Mereka lebih memilih calon suami yang jurusan IPA atawa teknik dan melirik ke kampus ITB. Katanya, klop banget tuh kalau kombinasi antara orang teknik dan orang IPS. Haha.. ada-ada aja beliau ini.. Yang pasti nek, kombinasi antara dua orang smart itu bagus banget ;)

Tentang kuliah, dulu itu Universitas tidak mengadakan seleksi penyaringan mahasiswa seperti sekarang. Dulu, malah dari Universitasnya yang mencari/meminta calon mahasiswa dari sekolah-sekolah dengan menyeleksi nilai rapot siswa. Nenek Elliya yang berasal dari Palembang harus berangkat sendiri naik kapal dari Palembang menuju Bandung untuk kuliah. Alhamdulillah ada kakaknya yang tinggal di Bandung sehingga bisa menjadi rujukan tempat tinggal selama di Bandung.

Nenek yang berusia 73 tahun itu juga penghapal Al-Qur'an lho.. Ia bilang ia hapal Al-Baqarah (*glegg...minder). Sewaktu beliau membaca naskah khutbah yang dibagikan oleh Panitia Sholat Ied, beliau menjelaskan padaku beberapa ayat yang tertulis di dalam naskah itu. Dan aku hanya mengangguk-angguk karena gak bisa menerjemahkan ayat-ayat itu tanpa melihat terjemahannya (semoga usahaku untuk kursus bahasa Arab bisa memudahkanku mengerti, esok...). Nenek bilang, ia baru sadar pentingnya menghapalkan Al-Qur'an disaat ia berusia 40 tahun. Waktu itu ia terinspirasi dari ceramah seorang ustadz yang merupakan orang tua dari Taufik Ismail, sang penyair puisi kondang, di radio.

Masih banyak cerita dari beliau yang aku mungkin tidak sempat menuliskannya disini.Aku sangat salut pada beliau dengan segala yang ia telah alami dan telah miliki. Suatu pemahaman dan implementasi yang bagus terhadap ilmu akhirat (agama) dan ilmu dunia (sains, dll). Semoga kelak aku bisa seperti atau mungkin lebih dari nenek itu... bisa memiliki pribadi dan keluarga yang keren dalam iman dan ilmu.
Ya Rabb..kabulkan do'aku. Amin..

Dokumentasi
Saya sudah berniat untuk membuat dokumentasi berupa foto saat sholat Ied. Tapi ternyata saya lupa dan baru ingat ketika sudah bubaran sholat *hayyahh.. Hehee.. maaf ya.. tapi ni ada beberapa yang bisa saya bagikan..

 


Sapi dan Kambing Qurban
Salman ITB mendapatkan titipan 20-an sapi dan 90-an kambing. Buanyaaakk yaa... dan sebagian disalurkan ke beberapa daerah yang membutuhkan sementara sebagian lainnya disembelih sendiri oleh panitia.

Ini adalah kesekian kalinya saya ber-Idul Adha di Bandung. Entah, tahun depan Idul Adha dimana yaaa... :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.