Today's Words

“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim)

Senin, 29 Oktober 2012

Ke Lembang

Bandung memang tempatnya wisata alam.

Liburan Idul Adha kemarin saya kedatangan tamu jauh dari Bangka Belitung. Mereka adalah mbak novi (biasa dipanggil mbak nopek), mbak idah, dan kiki. Wuiihhh saya senang bukan kepalang mereka datang ke bandung. Pas banget dengan saya yang memang sedang mencari "partner in crime" untuk mengisi liburan Idul Adha. Hehe..

Jum'at siang mereka sampai di kos, sorenya sudah pada ngeluyur ke Factory Outlet (FO). Mereka sempat main ke BIP, makan malam di BMK (gak kreatip, ke Bandung makannya bakso juga.. xixi..), trus meluncur ke deretan FO di Jalan Riau. Jujur, saya gak ngerti barang-barang FO. Dan saya ke FO biasanya cuma pas ngantar tamu dari luar kota aja. Hehe..

Hari Sabtu sudah saya rencanakan untuk wisata ke Lembang. Saya ingin mengajak mereka ke Tahu Susu Lembang (sukses) dan Rumah Sosis (yang ternyata batal gara-gara kesorean, macet..).

Jam 8 pagi kami keluar kosan dan meluncur untuk cari sarapan. Setelah sarapan nasi kuning di depan Lapangan Saparua, kami naik angkot Kalapa-Ledeng menuju terminal Ledeng. Oya, angkot ini lewat Jalan Banda lho.. Jadi abis sarapan, jalan dikit, trus langsung nyari angkot Ledeng.

Alhamdulillah, karena kami cukup pagi perginya, jalanan tidak terlalu macet. Setelah 30 menit, angkot Ledeng akhirnya berhenti di Terminal Ledeng yang dekat kampus UPI. Dari sini menuju Lembang, kami naik angkot St. Hall - Lembang. Angkot ke Lembang ini pake mobil Mitsubishi Colt yang terbilang cukup luas. Untuk bangku pendeknya aja bisa menampung 6 orang. Sementara angkot normal biasanya hanya mampu menampung 4 orang.

Sepanjang jalan menuju Lembang, kami membuka mata kami lebar-lebar untuk menangkap pemandangan serta tempat-tempat wisata yang mungkin  berceceran  di pinggir jalan. Hehe.. Ada Rumah Sosis, Kampung Bakso, dan akhirnya kami melihat Tahu Susu Lembang setelah gerbang masuk Kabupaten Bandung Barat. Eh ya, saya baru nyadar klo Lembang itu Bandung Barat. Kirain Bandung Utara :D

Okey, meski kami sudah tau posisi Tahu Susu Lembang (TSL) , kami memutuskan untuk ikut angkot ke terminalnya di Lembang. Lumayan..sambil jalan-jalan lihat Lembang itu seperti apa. Saya juga masih membuka mata lebar-lebar melihat nama-nama jalan yang kami lalui dan apa saja yang berada di sekitar jalan.

Di dalam angkot saya sempat berdialog dengan ibu-ibu penumpang angkot. Ibu itu memberitahu bahwa kami bisa muter-muter Lembang menggunakan delman hanya dengan biaya sebesar Rp5.000,00. Ide yang menarik, tapi sayang waktu kami sempit. Oya, saya juga menemukan ada angkot jurusan ke Tangkuban Perahu. Wuaahh... langsung mata saya cling-cling sambil menawarkan ke Tangkuban Perahu ke teman-teman saya. Tapi ternyata mereka tidak tertarik karena mungkin waktunya gak cukup. Ya sudah gpp, lain waktu saja ;)

Angkot ke Lembang ini ternyata gak masuk ke Terminal yang letaknya di sebuah pasar. Dari pasar itu, kami belok ke Jalan Grand Hotel trus balik lagi ke Bandung. Melalui jalan yang berbeda dengan saat kami pergi, ternyata gak lama kami sudah sampai di depan TSL. Langsung deh kami turun dari angkot. Berapa ongkos yang kami bayar?? Meskipun kami pergi-pulang naik angkot yang sama, tapi kami cuma bayar Rp4.000,00 per orang. Murah bangettttt :D
Petik Strawberry
Taman Bunga
Sebelum makan-makan tahu di TSL, kami main ke kebun stroberi yang persis berada disebelah TSL. Senang rasanya bisa mewujudkan keinginan teman-teman ke kebun stroberi. Kami sempat memetik beberapa buah stroberi (sekedar formalitas), berfoto bersama, melihat kebun tanaman dan bunga, dan minum es yoghurt buah. Alhamdulillah.. betapa indahnya nikmatMu Ya Rabb ^^
Di Pabrik Tahu Susu Lembang
Setelah menunggu hujan gerimis reda, kami lanjut ke TSL. Di TSL kita bisa melihat proses pembuatan tahu yang katanya terbuat dari campuran kedelei dan susu sapi. Disitu juga banyak stand-stand makanan. Kami membeli tahu goreng, kupat tahu (gak recommended rasanya), kembang tahu (gak kerasa jahenya), pepes telur asin-teri, dan bakso tahu.

Makan Tutut
Mata saya tidak sengaja melihat ada yang jual keong khas bandung yang dimasak kunyit, Tutut namanya. Saya kemudian merekomendasikan makanan itu ke teman-teman yang sebelumnya belum pernah makan Tutut. Biar mereka gak nolak, maka saya bilang ke mereka klo rasanya enaaaakk bgt (emang enak sih :p ). Saya contohin juga cara makannya. Dan akhirnya mereka pun mau menyentuhnya. Sedikit-demi sedikit, akhirnya satu porsi Tutut seharga Rp15.000,00 pun ludes tak bersisa kecuali rumah keong kosongnya. Haha :D

Setelah sholat dhuhur, kami kembali ke Bandung. Jalan menuju Bandung sangat macet. Tapi lebih macet lagi yang ke arah Lembang. Antriannya panjaaannggg banget... Kami bersyukur tadi berangkatnya pagi-pagi sehingga sudah tinggal pulangnya aja.

Nyampek di Terminal Ledeng, kami lanjut menuju Rumah Mode, Kartika Sari dan Amanda untuk beli oleh-oleh. Lagi-lagi kami terjebak macet di Jalan Setiabudi dan Jalan Cihampelas. Oiya... untuk diketahui bahwa jika ingin ke Kartika Sari Dago dari Ledeng, pakailah angkot Caheum-Ledeng. Karena, angkot Kalapa-Ledeng ternyata dari perempatan cihampelas tidak belok kiri ke Baltros...tapi lurusss aja trus keluar ke wastukencana (maaf teman-teman, kemarin saya salah pilih angkot.hehe..)

Tour sehari Bandung dan sekitarnya pun berakhir dengan makan sosis di Rumah Sosis Dago dan makan malam di BIP. Alhamdulillah.. meski sempat terjebak macet dimana-mana, misi hari itu pun selesai juga :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.